Ilustrasi Penembakan
Polisi
mengungkapkan, bahwa seorang pelaku dalam penembakan tersebut adalah laki-laki,
yang telah menewaskan 15 orang lebih, dan 24 orang lainnya luka-luka di sebuah
Universitas di Praha, Ceko, pada Kamis (21/12).
Melansir
dari BBC.com, pada Jum’at (22/12) menjelaskan, bahwa pada hari kamis tersebut
seorang Perdana Menteri Petr Fiala, sampai membatalkan pertemuan mendatangnya, berhubungan
dengan yang menurutnya adalah peristiwa tragis.
Sementara,
Polisi menerima laporan penembakan tersebut, di Fakultas Seni, atau di Lapangan
Jan Palach pada pukul 15:00, dengan Waktu setempat adalah (14:00 GMT).
Menurut
pengakuan Polisis, pelaku diduga merupakan seorang Mahasiswa (24 tahun) di
salah satu Fakultas di Universitas tersebut.
Salah
seorang Profesor di Universitas tersebut mengungkapkan, bahwa dirinya tidak
menyadari akan kejadian itu dikarenakan sedang berada di auditorium, dan
berkonsentrasi menerangkan kepada para mahasiswa.
“Setelah
satu jam kemudian, tibalah polisi lain yang menerobos masuk dan kemudian
menempatkan kami di tempat lain, menggeledah kami sebentar, lalu mengevakuasi dari
gedung”, ujar profesor tersebut.
Presiden
Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan belasungkawanya di X, dengan menuliskan
bahwa dia "terkejut dengan kekerasan yang tidak masuk akal dalam
penembakan tersebut”. “Kami berdiri dan berduka bersama kalian”, lanjutnya.
Incident
serangan senjata, dikatakan jarang terjadi di Republik Ceko. Sehingga dalam hal
ini, menjadi salah satu negara dengan undang-undang senjata paling liberal di
Uni Eropa.
Selain itu,
menurut CNN Indonesia, menerangkan bahwa pada bulan Desember 2019 lalu, terdapat
seorang pria yang berusia 42 tahun membunuh enam orang di ruang tunggu rumah
sakit, di Ostrava, di bagian timur dari negara tersebut, yang kemudian pada
akhirnya menembak dirinya sendiri. Sedangkan pada tahun 2015, terdapat seorang
pria yang membunuh delapan orang dalam penembakan di sebuah restoran, di
Uhersky Brod sebelum incident bunuh diri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar