WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia menginformasikan
terkait kasus Covid-19, yang secara
global naik dalam empat pekan terakhir. Kenaikan tersebut, bahkan hingga mencapai
lebih dari 50%.
Dalam pernyataan resminya, WHO
menyebutkan dalam periode 28 hari terakhir yaitu pada (20/11) sampai (17/12),
terdapat lebih dari 850rb kasus baru secara global. Jumlah kasus tersebut
menunjukkan trend kenaikannya, hingga sebesar 52% jika dibandingkan dari periode
4 minggu sebelumnya.
Selain itu, WHO juga mengungkapkan,
yang berdasarkan laporan dari Negara-negara yang melaporkan jumlah kasus baru
dalam 28 hari tertinggi, yang dikutip pada Senin (25/12), bahwa sebagian besar infeksi baru
tersebut berasal dari Rusia, dengan hampir 280 ribu kasus. Kemudian diikuti
oleh Singapura dengan 120 ribu kasus, Italia dengan lebih dari 114 ribu kasus,
Polandia dan Australia dengan masing-masing 4 ribu kasus.
Adapun
dari kasus kematian, bahwa Italia dilaporkan sebagai angka kematiannya yang
tertinggi dengan 510 orang. Dan disusul 396 orang dari Swedia, 376 orang dari
Rusia, 211 orang dari Australia, dan 141 orang dari Polandia.
Meski virus Covid-19 saat ini kembali
merebak, kemudian WHO juga menyebutkan bahwa jumlah kematian telah menurun 8% jika
dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
WHO, pada sebelumnya juga telah
resmi mengklasifikasikan Covid-19 varian JN.1, atau substrain keluarga dari subvarian
Omicron BA.2.86 sebagai “Variant Of Interest” (Vol). Meski demikian, kemunculan
varian tersebut diklaim tidak sampai menimbulkan banyak ancaman terhadap
kesehatan masyarakat. Berdasarkan dari bukti yang ada, WHO juga mengatakan
bahwa tambahan risiko kesehatan masyarakat global yang ditimbulkan oleh JN.1
saat ini dinilai rendah.
Sumber:
WHO & Detik (25/12/2023).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar