Senin, 18 Desember 2023

Nasib NTB yang Memiliki Harta Karun 2 Miliar Ton Emas, Lalu apa jadinya?




(ESDM) atau Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, baru-baru ini memberikan informasi terkait temuan sumber daya mineral berupa emas dan tembaga sebanyak 2 miliar ton di tambang Onto, yang terletak di Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Terlebih yang didapatkan oleh PT. Sumbawa Timur Mining atau (PT. STM).



Melansir dari CNBC Indonesia, pada Kamis, 14/12/23, Moehammad Awaluddin selaku Koordinator Mineral Pusat Sumber Daya Mineral Batu Bara dan Panas Bumi Badan Geologi Kementerian ESDM, memaparkan atas dasar laporan perusahaan yang terakhir, yang mana potensi temuan mineral sekitar 2 miliar ton tersebut memiliki kandungan emas. Akan tetapi, ore atau batuan emas yang diekstraksi tidak sebanyak itu.



Menurutnya, semua itu dilakukan oleh Badan Usaha, namanya Sumbawa Mining yang telah konpers sejak tahun 2022. Adapun terkait dengan discovery emas 2 miliar, bijih tersebut bukanlah emas. Akan tetapi, merupakan ore yang memiliki kandungan emas, yang mana jika diolah tidak sebesar itu.



Sebab hal itu, Badan Geologi Kementerian atau ESDM saat ini sedang melakukan pendataan lebih jauh mengenai hasil temuan tersebut. Meskipun demikian, hingga saat ini pun pihaknya masih belum mendapatkan laporan terbaru dari perusahaan.



Sementara, di wilayah tambang Onto, terdapat daya tarik tersendiri. Yang mana, wilayah tersebut juga mempunyai potensi terhadap sumber daya Panas Bumi. "Jadi, di wilayah itu terdapat beberapa masalah atau kendala jika eksploitasi tersebut, kan yang harus dipertimbangkan terkait dengan Geothermal, kan Geothermal semakin dalam, semakin panas agak berbeda dengan yang lainnya", ungkapnya.



Seperti yang anda tahu, PT Sumbawa Timur Mining atau (PT STM), selaku pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 pada tahun 1998 hingga memang masih melakukan pencarian cadangan emas di tambang Onto Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, NTB. Disisi lain, apabila Kontrak Karya (KK) sudah dikuasai oleh Sumbawa Timur Mining sejak tahun 1998, itu sama artinya perusahaan telah menginjak 25 tahun dalam melakukan aktivitas eksplorasi mencari 'harta karun' atau berupa emas tersebut.



Bede Evans, selaku Presiden Direktur STM, beberapa waktu lalu menerangkan akan potensi sumber daya mineral Onto, yang merupakan bagian dari Proyek Hu'u milik PT. STM yang merupakan menjadi pemegang Kontrak Karya generasi ke-7. Terutama yang telah ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1998, 19 Februari.



Secara Mayoritasnya, Saham STM sendiri dipegang 80% oleh Vale S.A, melalui Eastern Star Resources Pty Ltd dan selebihnya 20% dimiliki oleh PT. Antam Tbk. "Saat ini, Tim Engineering kami terus mengembangkan berbagai opsi dengan bagaimana Proyek Hu'u kedepannya dapat dikembangkan menjadi sebuah proyek penambangan", ungkapnya di CNBC Indonesia.


Terima kasih, Semoga Informasi ini dapat bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar