Minggu, 14 Januari 2024

Pemerintah Dengan Rencana Pembangunan Tanggul Laut Raksasa di Pantura Jawa, Prabowo Angkat Bicara?




Perencanaan membangun Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall, Pemerintah akan menerapkannya di sepanjang Pantura Jawa (Pantai Utara).


Melansir dari CNN Indonesia, pada Rabu, (10/1/24), Airlangga Hartarto, Selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, selesai dari acara Seminar Nasional dalam tema "Strategi Perlindungan Kawasan Pulau Jawa, Melalui Pembangunan Tanggul Pantai dan Tanggul Laut", di Jakarta, pada Rabu, (10/1/2024), menyebutkan, bahwa rencana pembangunan tersebut bertujuan untuk mencegah penurunan tanah yang disebabkan karena sering terjadinya banjir rob, dan naiknya air laut.



Selain itu, Hartarto juga mengungkapkan, terkait Program Laut Jakarta, saat ini sudah masuk dalam kategori (PSN) atau Program Strategis Nasional. Sementara, pembangunan Tanggul Laut Raksasa di sepanjang Pantura, menurutnya merupakan salah satu tujuan penting, meski dengan pembangunan tersebut yang hanya separuh-paruh dan masih dikatakan kurang efektif. Dengan demikian, setelah Program Laut Jakarta, langkah selanjutnya yakni mewujudkan pembangunan Giant Sea Wall.



Dalam hal ini, sejalan dengan Prabowo Subianto, selaku Menteri Pertahanan, sekaligus Capres No urut 2 yang menyebutkan, bahwa terkait pembangunan Tanggul Laut Raksasa, sangatlah dibutuhkan. Kendatipun demikian, dirinya mengatakan, pada dasarnya bukan kapasitas Menhan membicarakan Giant Sea Wall. Prabowo menegaskan, bahwa dirinya bicara sebagai pimpinan politik.



Selain itu, Prabowo menyebutkan bahwa pembangunan tanggul tersebut, akam membutuhkan waktu hingga 40 sampai 50 tahun. Hal ini didapatkan berdasar dari data para pakar pembangunan tanggul laut raksasa. Disisi lain, prabowo juga mempertanyakan terhadap pemimpin politik siapa, yang rela dan fokus berpikir untuk mengerahkan segala kemampuan dalam kurun waktu tersebut.



"Hal Ini menjadi kewajiban kita, dan mungkin apabila pak Airlangga, para menteri sekalian seandainya, kita katakanlah mulai pembangunan besar-besaran dalam waktu-waktu yang akan datang, katakanlah 3, 4, 5 tahun yang akan datang mungkin kita tidak akan lihat selesainya Giant Sea Wall itu", ujar Prabowo.



Kemudian, Prabowo memperkirakan terkait dana dalam pembangunan tanggul laut raksasa yang membutuhkan sebesar US$50 Miliar, sampai US$60 Miliar. Atau jika dirupiahkan, sekitar Rp.934,81 Triliun, dalam asumsi kurs nya Rp.15.580 per-dolar AS.



"Nanti akan selalu ada yang mengatakan Apakah bisa?, Ini masalah bukan apakah bisa atau tidak bisanya, tapi ini harus, kalau tidak pantai utara akan tenggelam", ujar Prabowo.





Sumber:

CNN Indonesia, (10/1/2024).




Klik Disini! Terkait Impor Sapi untuk Program Susu Gratis, Dewan Persusuan Nasional Angkat bicara?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar