Seorang Aktor yang membintangi film Parasite, asal Korea Selatan,
Lee Sun Kyun (48 tahun), dikabarkan meninggal dunia di Waryong Park, Jongno-gu,
Seoul, pada Rabu (27/12/2023). Lee Sun meninggal diduga bunuh diri. Dan atas
kepergiannya, menjadi menambah dalam daftar panjang kematian
selebritas asal Korea sebab bunuh diri.
Melansir dari CNBC Indonesia, pada (28/12/23), mengungkapkan bahwa
Korea Selatan sendiri saat ini memiliki angka tingkat bunuh diri paling tinggi
di antara negara-negara yang menjadi anggota Organisation for Economic
Co-operation and Development atau (OECD). Antara sekitar dari 100.000 orang, dengan
angka 25,2 kematian.
Sedangkan berdasarkan dari data yang disimpulkan oleh Kementerian
Kesehatan dan Badan Pengendalian & Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), yakni sebanyak
39.454 warga Korsel melakukan bunuh diri dalam kurun waktu tiga tahun terakhir,
yakni sepanjang tahun 2020 hingga 2022. Disisi lain, Menurut
data Statistik Korea, angka bunuh diri dari laki-laki adalah sebanyak 38,5 per-100
ribu, atau yakni 2,6 kali lebih tinggi daripada perempuan yang hanya sebanyak
14,8.
Kemudian, melansir dari Asia Times,
data Statistik Korea juga menemukan bahwa rata-rata sebanyak 37,5 orang
melakukan bunuh diri dalam setiap harinya. Dan angka tersebut menjadi setara
dengan satu kasus bunuh diri setiap 39 menitnya.
Tak hanya itu, dalam persoalan lain, di Korea Selatan juga saat
ini sedang mengalami akan rendahnya tingkat kelahiran. Mengutip dari Liputan6,
pada (27/12), Yoon Suk Yeol, Presiden Korea Selatan (Korsel) merenungi terkait
persoalan rendahnya angka kelahiran ini. Pasalnya, Badan statistik Korea
Selatan menyebutkan, bahwa angka kelahiran pada 2023, yakni pada kuartal
ketiga, hanya 0,73. Dan angka tersebut menjadi jauh berada di bawah standar 2,1
yang seharusnya dibutuhkan agar populasi stabil dengan jumlah 51 juta.
Kembali pada persoalan kasus
bunuh diri di Korsel, yang menjadi penyebab tingginya fenomena bunuh diri ini
diduga dari sebab berbagai faktor. Antara lain seperti Kesehatan Mental dan
Lingkungan Eksternal, yang didukung dengan adanya pernyataan oleh World
Population Review dari tahun 2019, faktor adanya perasaan malu, faktor masalah
ekonomi, dan faktor budaya penggemar yang toxic.
Penyebab atau faktor lain, dapat
diketahui yang memungkinkan bagi perempuan
yang memiliki lebih berisiko. Karena bagi perempuan, ia akan melakukan bunuh
diri ketika dipermalukan dari warisan seksisme parokial di Korea Selatan. Hal
ini menjadikan seorang perempuan di Korea Selatan yang "kesuciannya"
telah dinodai, akan melakukan bunuh diri untuk membuatnya sehingga menjadi
"sangat terhormat". Ahli budaya tradisional, Joanne Kim,
mengungkapkan bahwa sejumlah keluarga bahkan lebih memilih memaksakan perempuan
untuk bunuh diri demi menjaga reputasi keluarganya.
Menurut para ahli juga
mengatakan, sebenarnya ada beberapa hal proaktif yang harus dilakukan
Pemerintah Korea Selatan. Seperti dalam hal ini, pemerintah harus mengakui
bahwa bunuh diri adalah masalah yang bisa dialami semua orang, dan mengaktifkan
jaringan multidisiplin dan terpadu untuk melakukan upaya mitigasi bunuh diri.
Kisah Pendonor Sperma Asal Inggris Mempunyai 180 Anak? Klik Disini!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar