Jumat, 29 Desember 2023

Angka Tertinggi Bunuh Diri Di Dunia Korea Selatan? Satu Aktor ini diduga Melakukannya, dan Saat ini Korsel Mengalami Angka Kelahiran Yang Rendah? Seperti ini Penjelasannya!

 



Seorang Aktor yang membintangi film Parasite, asal Korea Selatan, Lee Sun Kyun (48 tahun), dikabarkan meninggal dunia di Waryong Park, Jongno-gu, Seoul, pada Rabu (27/12/2023). Lee Sun meninggal diduga bunuh diri. Dan atas kepergiannya, menjadi menambah dalam daftar panjang kematian selebritas asal Korea sebab bunuh diri.


Melansir dari CNBC Indonesia, pada (28/12/23), mengungkapkan bahwa Korea Selatan sendiri saat ini memiliki angka tingkat bunuh diri paling tinggi di antara negara-negara yang menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development atau (OECD). Antara sekitar dari 100.000 orang, dengan angka 25,2 kematian.


Sedangkan berdasarkan dari data yang disimpulkan oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Pengendalian & Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), yakni sebanyak 39.454 warga Korsel melakukan bunuh diri dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, yakni sepanjang tahun 2020 hingga 2022. Disisi lain, Menurut data Statistik Korea, angka bunuh diri dari laki-laki adalah sebanyak 38,5 per-100 ribu, atau yakni 2,6 kali lebih tinggi daripada perempuan yang hanya sebanyak 14,8.


Kemudian, melansir dari Asia Times, data Statistik Korea juga menemukan bahwa rata-rata sebanyak 37,5 orang melakukan bunuh diri dalam setiap harinya. Dan angka tersebut menjadi setara dengan satu kasus bunuh diri setiap 39 menitnya.


Tak hanya itu, dalam persoalan lain, di Korea Selatan juga saat ini sedang mengalami akan rendahnya tingkat kelahiran. Mengutip dari Liputan6, pada (27/12), Yoon Suk Yeol, Presiden Korea Selatan (Korsel) merenungi terkait persoalan rendahnya angka kelahiran ini. Pasalnya, Badan statistik Korea Selatan menyebutkan, bahwa angka kelahiran pada 2023, yakni pada kuartal ketiga, hanya 0,73. Dan angka tersebut menjadi jauh berada di bawah standar 2,1 yang seharusnya dibutuhkan agar populasi stabil dengan jumlah 51 juta.


Kembali pada persoalan kasus bunuh diri di Korsel, yang menjadi penyebab tingginya fenomena bunuh diri ini diduga dari sebab berbagai faktor. Antara lain seperti Kesehatan Mental dan Lingkungan Eksternal, yang didukung dengan adanya pernyataan oleh World Population Review dari tahun 2019, faktor adanya perasaan malu, faktor masalah ekonomi, dan faktor budaya penggemar yang toxic.


Penyebab atau faktor lain, dapat diketahui  yang memungkinkan bagi perempuan yang memiliki lebih berisiko. Karena bagi perempuan, ia akan melakukan bunuh diri ketika dipermalukan dari warisan seksisme parokial di Korea Selatan. Hal ini menjadikan seorang perempuan di Korea Selatan yang "kesuciannya" telah dinodai, akan melakukan bunuh diri untuk membuatnya sehingga menjadi "sangat terhormat". Ahli budaya tradisional, Joanne Kim, mengungkapkan bahwa sejumlah keluarga bahkan lebih memilih memaksakan perempuan untuk bunuh diri demi menjaga reputasi keluarganya.


Menurut para ahli juga mengatakan, sebenarnya ada beberapa hal proaktif yang harus dilakukan Pemerintah Korea Selatan. Seperti dalam hal ini, pemerintah harus mengakui bahwa bunuh diri adalah masalah yang bisa dialami semua orang, dan mengaktifkan jaringan multidisiplin dan terpadu untuk melakukan upaya mitigasi bunuh diri.




Kisah Pendonor Sperma Asal Inggris Mempunyai 180 Anak? Klik Disini!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar