Selasa, 19 Desember 2023

Pada Tahun 2024, Mata Uang Yen Akan Menjadi Spektakuler? Seperti ini Penjelasannya!



Yen yang merupakan mata uang Jepang, akan menurun besar-besaran dalam nilai tukarnya selama tiga tahun berturut-turut, dan diprediksi akan berakhir pada 2024.



Berdasarkan dari hasil survei Bloomberg, kepada para pelaku pasar, pada Senin (18/7/2023), menjelaskan bahwa mereka melihat yen Jepang akan menguat pada tahun 2024 mendatang. Hal tersebut disebabkan karena seiring dengan keluarnya Bank of Japan atau (BOJ) dari rezim suku bunga negatif terakhir di dunia. Sementara, Bank-bank global lainnya akan memangkas terhadap suku bunga acuan.



Meskipun pada bulan Februari lalu proyeksi kenaikan yen mulai salah, akan tetapi, para analis pasar tetap melihat perbedaan utamanya. Jika Setahun yang lalu, para pelaku pasar berspekulasi bahwa Ketua baru BOJ, mungkin saja akan membatalkan kebijakan moneter yang sangat longgar, Kini mereka sejalan dengan para ekonom yang mengatakan bahwa perubahan akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Disisi lain, kepemimpinan bank sentral sendiri, secara terbuka telah membahas implikasi dari keluarnya kebijakan tersebut di masa mendatang.



"Kondisi saat ini tidak akan mengecewakan para pembeli yen", ujar seorang ahli strategi di Mizuho Securities, Shoki Omori. Lantaran, dirinya sudah memperkirakan penurunan mata uang yang berkepanjangan, akan segera berakhir. Selain itu, anggapannya bahwa tidak ada banyak ruang bagi BOJ, untuk memperketat kebijakannya. Namun, mereka juga tampak yakin untuk menurunkan suku bunga negatif.



Kemudian, Bloomberg juga telah mengumpulkan atas perkiraan median, yang menunjukkan bahwa yen akan menguat mencapai 135 terhadap dolar AS pada akhir 2024. Hal demikian, dikarenakan jarak terhadap kesenjangan suku bunga yang lebar antara Amerika Serikat dan Jepang menyempit. Proyeksi mereka yang dibilang bullish, sehingga sekitar setahun lalu adalah yen dan dolar AS, diperdagangkan di sekitar angka 131 pada akhir 2023. Yen sendiri diperdagangkan dengan 142,43 per-dolar AS nya, pada pukul 9.16 pagi di Tokyo, pada 18 Desember 2023.



Dari Imbal hasil obligasi pemerintah AS terhadap tenor 10-tahun, yang menjadi salah satu pendorong utama arah dolar-yen pada 2023 telah turun sekitar 50 basis poin selama sebulan terakhir. Dan hal tersebut telah memicu perubahan di pasar mata uang.



Menurut Kit Juskes, selaku Kepala Strategi Valuta Asing di Societe Generale - London, Mengungkapkan, Jika dolar akan terus melemah pada 2024,  seharusnya Yen akan memperoleh keuntungan besar. Yen tentu akan menguat hampir mencapai 4% hanya dalam satu hari sebelumnya, pada bulan Desember di tengah lonjakan spekulasinya. Dan bahwa BOJ juga akan menaikkan suku bunganya pada akhir pertemuan 18-19 Desember.



Sedangkan inflasi yang masih berada diatas, target bank sentral sebesar 2% selama kurang lebih dari satu setengah tahun. Para pejabat BOJ juga tampaknya akan tertarik untuk melihat dengan lebih banyak bukti pertumbuhan upah yang solid, yang mungkin dapat terjadi pada saat negosiasi gaji tenaga kerja pada awal 2024.


Kenapa Upah Gaji Di Indonesia Relatif Kecil?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar