Ilustrasi. Sumber foto: Pxhere.com
Prabowo Subianto, Capres No Urut 02, memiliki rencana untuk impor sapi perah sebanyak 1,5 juta ekor, dalam program susu gratis untuk anak, dinilai terlalu rumit untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Teguh Budiyono, selaku Ketua Dewan Persusuan Nasional, mengatakan Indonesia pada dasarnya harus impor sapi untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 4 juta ton susu segar setiap tahunnya. Akan tetapi, Saat ini produksi dalam negeri tidak memadai, karena hanya mampu menghasilkan 800 ribu ton.
Melansir dari CNN indonesia, pada Sabtu, (6/1/24) Budiyono mengungkapkan bahwa apabila diharuskan impor sapi perah itu realistis. Kemudian, jika tidak ada pilihan lain untuk mempercepat dalam produksi susu segar, dengan terpaksa harus menambahkan populasi sapi tersebut, dari impor. Namun, jumlah 1,5 juta ekor sapi, terlalu spektakuler.
Selain itu, Budiyono menjelaskan terkait dalam memenuhi kebutuhan susu segar nasional di setiap tahunnya, Indonesia hanya butuh menambahkan populasi sekitar 500 ribu ekor sapi perah. Sementara, jika mengharuskan menambah 1,5 juta ekor sapi, maka haruslah secara bertahap, dan harus jelas siapa yang akan memeliharanya nanti. Membutuhkan Peternak rakyat atau korporasi.
Selanjutnya, terkait opsi wilayah impor sapi perah, menurutnya dinilai yang paling ideal yakni dari Australia, New Zealand, USA, dan Kanada. Jika tetap melancarkan rencana Prabowo dari India, maka ditakutkan akan membutuhkan anggaran atau dana yang banyak.
Dikatakan, bahwa sapi perah dari India memiliki status yang belum terlepas dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau (PMK). Sapi dari negara tersebut, harusnya diberlakukan karantina terlebih dahulu, sesuai prosedur UU yang ada.
Sementara, di Indonesia belum memiliki tempat Pusat Karantina untuk hewan yang terjangkit penyakit. Oleh karena itu, tentu akan berpotensi dan membutuhkan anggaran lebih untuk terlebih dulu membuat tempat karantinanya.
Sumber:
CNN Indonesia (6/1/2024).
Klik Disini! Opsi Prabowo Impor 1,5 Juta Sapi dari India?
Klik Disini! Cawapres 03 Angkat suara terkait Program Susu Gratis Prabowo?







